REZEKI DARI SINI DAN SITU, TAK KEMANA-MANA

Kepada tukang parkir Rumah Makan Babi Guling Pak Malen saya serahkan selembar uang dua ribuan. Tidak terbersit harapan nanti ada kembalian. Beberapa hari yang lalu tukang parkir warung nasi di salah satu daerah Denpasar mengutip dua ribu dariku. Biasanya ojol ditagih seribu rupiah.

"Sudah naik" begitu katanya. 

Benar-benar sialan orang itu. Apakah dia tidak tahu kalau ongkos jasa ojol kecil? Kalau sedang dalam mode ojol, bawaan hati dongkol melulu ketika orang-orang ini bermunculan. 

Tukang parkir Babi Guling Pak Malen mengetip selembar seribuan dari dalam dompet pinggangnya lalu diserahkan padaku. Lega hatiku. Ternyata masih seribu parkirnya. 

“Pak, kalau kita beli nasi bungkus babi guling di sini yang paling murah harganya berapa?

“Lima belas ribu” jawabnya

Mahal pikirku. Di warung Babi Guling favoritku, Babi Guling Sari Kembar, harga ekonomisnya sepuluh ribu. Unsur-unsur dasar sebuah sajian Nasi Babi Guling sudah cukup lengkap. Tentu saja dengan takaran lauk dan sayuran yang imut. Walaupun demikian, ukuran tersebut sudah cukup membuat kenyang.

Melipir mulus ke barat di jalan Sunset Road, saya menggantung dua paket Nasi Babi Guling Pak Malen di setir kiri sepeda motorku. Tujuan pertamaku adalah Hotel Alila Seminyak, hotel mewah dengan banyak bintang yang bersinar dari celah-celah gorden kamarnya. 

Desain jalan masuk ke hotel ini membuatku terkagum-kagum. Tak ada aroma bunga, tapi pagar tembok yang tertutup pangkasan rapi tanaman hijau sangat sedap dipandang. Begitu rapat dan tebal tanaman-tanaman ini hingga semen dan batu seolah-olah tidak ada di baliknya. Benar-benar nyaman, segar dan eksklusif.

Jika saya belum berubah, keindahan ini mungkin tidak kuhargai karena sibuk makan hati dengan petugas keamanan. Walaupun mereka menjalankan tugas, entah mengapa tata cara mereka menjaga keamanan  di hotel-hotel jenis ini menggores hati ojolku. Beberapa bulan kemudian saya sadar kalau sayalah yang tersinggung tidak diberi keramahan yang sama seperti yang diberi kepada tamu-tamu yang mendatangi hotel.

Jadi setelah mengamati dan mempelajari tata cara petugas keamanan di hotel-hotel berkelas sepeti itu dalam “menginterogasi” ojol yang masuk ke area mereka, kusiapkan semua informasi yang diperlukan dalam satu tarikan nafas dengan suara yang jelas dan mantap. Saya tidak ingin merusak moodku untuk bisa menikmati kemewahan hunian orang-orang kaya walau cuma beberapa menit sebelum berbaur kembali dengan debu di antara lautan kendaraan.

Tapi itu kadang-kadang tidak cukup. Perlu pula hati yang lapang dan mentalitas "stoic" berhadapan dengan segelintir petugas kemanan yang memiliki kecenderungan untuk merasa eksklusif dan menyalahgunakan wewenangnya untuk mendemonstrasikan dominasinya kepada pihak yang berada di posisi lebih rendah secara otoritas. Bisa jadi ojol adalah salah satu menurut asumsinya. 

Tamu yang memesan babi guling orang timur jauh. Dia menemuiku di parkiran untuk menjemput makanannya. Sopan sekali. Ada ucapan terima kasih yang lembut. Senang sekali rasanya. Tata tubuhnya mengirimku pesan penghargaan yang tulus. Saya balas menunduk. 

Pesanan kedua menuju Hotel Kamaniiya. Ojol boleh masuk sampai ke reseption. Petugas keamanan merangkap pengatur parkir ramah sekali. Tidak ada rasa intimidasi yang terasa. Sayang, pelanggannya menyebalkan. Seperti kebanyakan pelanggan Indonesia,-tak semua ya- kalau setelah order langsung menghilang. Pesan tak dibalas, telepon tak diangkat. Apalagi mengaharapkan tip. No way.

Kadang heran sama orang-orang lokal ini. Perasaan mereka lebih ramah ke ChatGpt atau Gemini daripada ke ojol. Kalau ke ChatGPT mereka ada please, could, atau apalah yang memeprlakukan mesin itu seperti manusia. Padalah mesin itu tidak ada unsur manusia-manusianya sama sekali.

Semakin siang, perutku mulai keroncongan. Kebetulan orderan terakhir dari Kerobokan ke Canggu. Itu berarti saya bisa singgah ke Warung Babi Guling Sari Kembar cabang Canggu untuk beli nasi. 

Rejeki itu tidak kemana-mana. Rejeki itu cuma dua arah, diberi atau tidak diambil. Rejeki itu ketika kita mendapatkan sesuatu. Rejeki juga berarti apa yang kita punya tidak diambil. Bagian kita tidak diambil sia-sia. 

 





Comments

Popular posts from this blog

UANG LINTING DI MADRASAH

MANUSIA TAMAN LUMINTANG